Kita nyatanya tidak pernah sendirian, dalam menyelesaikan tantangan-tantangan kehidupan ini masing-masing kita pasti pernah berada dikeadaan yang tidak ada satupun yang menemani bahkan hanya sekadar teman untuk bercerita rasa sakit itu sendiri. Perihal masalah itu sendiri mungkin dari perspektif permasalahan ada banyak yang sama tapi tentu kadar rasanya berbeda-beda, tergantung masing-masing orangnya dan bagaimana cara kita memberikan respon atas segala yang membuat kita merasakan gundah gulana. Menyambutnya dengan penerimaan; bahwa ini memang akan terjadi selama kita masih berpijak di atas bumi adalah pondasi dan menjadi titik awal yang krusial. Terkadang bentuk masalahnya adalah hal yang pertama kali kita rasakan ( based on experience) tapi kalau kita memakai kacamata “ kita tidak sendirian dalam hal merasakan luka ini atau permasalahan ini ” terkadang dengan pola pikir yang seperti itu berhasil mendatangkan kelegaan sendiri sebelum kita benar-benar di dalam arus permasa...
Dalam sebuah tujuan, proses adalah hal yang sangat penting—membuatnya lebih bermakna adalah satu hal yang harus. Karenanya hargailah sebuah proses yang tengah kita perjuangkan, pada setiap detak detiknya terdapat lelah yang kita bangunkan harap agar menjadi lillah di jalan-Nya. Hari-hari yang akan berlalu, berusahalah menanam (kesabaran) di dalamnya dan teguhlah agar di waktu memanen buah yang kita petik akan berbuah manis (Rahmah-Nya). Menjadi baik maksudnya meninggalkan kebiasaan buruk yang pernah kita lakukan, menggantinya dengan hal-hal baik yang sesuai syariat yang Allah perintahkan dan Allah larangkan. Pelan-pelan karena berubah itu butuh proses dan teruslah maju meski suatu hari nanti kita akan naik—turun. Perubahan itu yang penting adalah konsistensinya , kurang lebih seperti itulah perkataan orang bijak yang pernah kubaca tulisannya pada lembaran buku. Lelah itu manusiawi, istirahat juga merupakan kebutuhan dan yang paling penting bagaimana kita bisa mengisi waktu-waktu jeda i...