
Saya mulai suka menuangkan kata
sejak masih duduk di bangku sekolah menengah.. di masa-masa remaja saat serpihan
rasa juga mulai untuk kuartikan satu-persatu. Berkesannya masa-masa sekolah
dulu; karena saat apa yang tidak kupercaya dapat untuk kulakukan ternyata sampai
hari ini memberiku pelajaran yang baik dan masih berlangsung membawaku
menghidupi hidupku dan orang yang saya kasihi. Tidak pernah
kusesali tiap air mata yang dulu pernah berada di pipiku karena perjuangan
keras di masa-masa itu, justru aku harusnya bersyukur dengan Tuhan yang
memberiku pelajaran meski seringnya menjelma sebuah permasalahan.
Perasaan senang, bahagia, sedih,
susah, letih dan lesu, perasaan jatuh suka menjadi cerita yang sangat menarik untuk saya saat itu, juga kesadaran diri tersebab sentuhan hati saat bertemu
teman-teman remaja masjid. Aku bersyukur warna-warni itu juga hadir di kehidupanku.
Halaman ini kedepannya akan berisikan tulisan-tulisan sederhana dari upayaku untuk merawat sebuah ingatan karena; bentuk menghargai masa lalu juga dengan tidak melupakannya. Dan alasan semua itu terjadi bukan tanpa sebab dan kita di hari ini adalah hasil terpaan dari masalah yang pernah terjadi kala itu. Kalau belum memiliki tempat untuk mencurahkan isi kepala dan apa yang dirasakan oleh hati bukan berarti tidak ada jalan sama sekali, kita bisa membuat wadah itu sendiri dengan menulis ke dalam platform seperti ini. Karena terkadang dengan tidak adanya jalan (buntu) adalah awal dari jalan itu sendiri menuju keberuntungan, mungkin kita dapat mengasah keterampilan, merangkai kata, melahirkan kalimat yang indah dan juga membiasakan otak untuk terus berpikir.
Satu hal yang perlu di ingat dan akan menjadi landasanku untuk tetap menulis; jika penulis menulis tentang cinta bukan berati sedang jatuh, menulis tentang luka bukan berarti sedang patah, kadang penulis itu hanya ingin menulis apa yang terlintas di benaknya, mereka hanya sedang mencoba untuk mendengarkan kata hatinya karena tulisan akan menjadi berharga dengan perasaan yang larut di dalamnya.
—Raff
Komentar
Posting Komentar