Aku berpikir dan mencoba merefleksikan usahaku setengah tahun ini, memang ada kalanya kita hanya butuh waktu untuk berdamai dengan realita yang seringnya tidak mulus saat di jalani. Terkadang aku merasa harus terpaksa menelan rasa kecewa atau rasa lelah yang datangnya bersamaan.
Mmmm .. sama seperti tokoh-tokoh dalam sastra kontemporer yang pernah kubaca, keindahan hidupnya sering kali muncul justru setelah melewati badai yang hebat. Dan sejumlah quotes bijaksana yang pernah kueja dari platform-platform seperti ini. Yang membuatku kagum adalah Tuhanku sudah memberitakan itu dalam Kitab-Nya yang suci jauh sebelum tokoh fiksi itu ku ketahui, jauh sebelum internet mulai kudalami bahwa, "Setiap kesulitan pasti ada kemudahan", ini adalah janji .. janji yang sangat menenangkan.
Aku memang payah dan memang manusia itu diciptakan dalam kesusahpayahannya. Namun, justru kepayahan itulah yang sebenarnya membentuk selapis demi selapis kedewasaanku. Dan aku tidak ragu sekalipun bahwa firman-Nya akan saya temui dalam bentuk kemudahan suatu saat nanti, di waktu yang tepat, dan saat itu keadaan duniaku kupandang sebagai dunia yang indah dan membuatku kembali bersyukur karena menahan rasa lelah itu semua.
Keindahan yang kumaksudkan bukan sekadar apa yang tertangkap oleh mata, terkadang juga bukan berbentuk sesuatu yang instan. Mungkin, Keindahan itu terkadang berbentuk ketangguhan yang lahir setelah perjuangan panjang, yang hampir membuatku untuk menyerah, yang hampir membuatku untuk berhenti melangkah.
Jadi, menurutku keindahan itu memang ada, kadang ia menjelma sebagai sesuatu yang mudah untuk kita jalani setelah sebelumnya kita tangani dengan susah payah. Keindahan itu selalu bersembunyi di balik proses yang melelahkan, tapi selalu hadir di setiap waktu yang terasa sudah tepat.
Menyadari hal itu, di titik ini aku kembali bersyukur dan menyebutnya sebuah kemenangan kecil dalam hidupku.
—Raff
—Raff

Komentar
Posting Komentar