Langsung ke konten utama

Di balik kesusahpayahan manusia.


Aku berpikir dan mencoba merefleksikan usahaku setengah tahun ini, memang ada kalanya kita hanya butuh waktu untuk berdamai dengan realita yang seringnya tidak mulus saat di jalani. Terkadang aku merasa harus terpaksa menelan rasa kecewa atau rasa lelah yang datangnya bersamaan.

Mmmm .. sama seperti tokoh-tokoh dalam sastra kontemporer yang pernah kubaca, keindahan hidupnya sering kali muncul justru setelah melewati badai yang hebat. Dan sejumlah quotes bijaksana yang pernah kueja dari platform-platform seperti ini. Yang membuatku kagum adalah Tuhanku sudah memberitakan itu dalam Kitab-Nya yang suci jauh sebelum tokoh fiksi itu ku ketahui, jauh sebelum internet mulai kudalami bahwa, "Setiap kesulitan pasti ada kemudahan", ini adalah janji .. janji yang sangat menenangkan.

Aku memang payah dan memang manusia itu diciptakan dalam kesusahpayahannya. Namun, justru kepayahan itulah yang sebenarnya membentuk selapis demi selapis kedewasaanku. Dan aku tidak ragu sekalipun bahwa firman-Nya akan saya temui dalam bentuk kemudahan suatu saat nanti, di waktu yang tepat, dan saat itu keadaan duniaku kupandang sebagai dunia yang indah dan membuatku kembali bersyukur karena menahan rasa lelah itu semua.

Keindahan yang kumaksudkan bukan sekadar apa yang tertangkap oleh mata, terkadang juga bukan berbentuk sesuatu yang instan. Mungkin, Keindahan itu terkadang berbentuk ketangguhan yang lahir setelah perjuangan panjang, yang hampir membuatku untuk menyerah, yang hampir membuatku untuk berhenti melangkah. 

Jadi, menurutku keindahan itu memang ada, kadang ia menjelma sebagai sesuatu yang mudah untuk kita jalani setelah sebelumnya kita tangani dengan susah payah. Keindahan itu selalu bersembunyi di balik proses yang melelahkan, tapi selalu hadir di setiap waktu yang terasa sudah tepat.

Menyadari hal itu, di titik ini aku kembali bersyukur dan menyebutnya sebuah kemenangan kecil dalam hidupku.

Raff

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekapur Sirih

Dalam sebuah tujuan, proses adalah hal yang sangat penting—membuatnya lebih bermakna adalah satu hal yang harus. Karenanya hargailah sebuah proses yang tengah kita perjuangkan, pada setiap detak detiknya terdapat lelah yang kita bangunkan harap agar menjadi lillah di jalan-Nya. Hari-hari yang akan berlalu, berusahalah menanam (kesabaran) di dalamnya dan teguhlah agar di waktu memanen buah yang kita petik akan berbuah manis (Rahmah-Nya). Menjadi baik maksudnya meninggalkan kebiasaan buruk yang pernah kita lakukan, menggantinya dengan hal-hal baik yang sesuai syariat yang Allah perintahkan dan Allah larangkan. Pelan-pelan karena berubah itu butuh proses dan teruslah maju meski suatu hari nanti kita akan naik—turun. Perubahan itu yang penting adalah konsistensinya , kurang lebih seperti itulah perkataan orang bijak yang pernah kubaca tulisannya pada lembaran buku. Lelah itu manusiawi, istirahat juga merupakan kebutuhan dan yang paling penting bagaimana kita bisa mengisi waktu-waktu jeda i...

Tenang.

  Kita nyatanya tidak pernah sendirian, dalam menyelesaikan tantangan-tantangan kehidupan ini masing-masing kita pasti pernah berada dikeadaan yang tidak ada satupun yang menemani bahkan hanya sekadar teman untuk bercerita rasa sakit itu sendiri. Perihal masalah itu sendiri mungkin dari perspektif permasalahan ada banyak yang sama tapi tentu kadar rasanya berbeda-beda, tergantung masing-masing orangnya dan bagaimana cara kita memberikan respon atas segala yang membuat kita merasakan gundah gulana. Menyambutnya dengan penerimaan; bahwa ini memang akan terjadi selama kita masih berpijak di atas bumi adalah pondasi dan menjadi titik awal yang krusial. Terkadang bentuk masalahnya adalah hal yang pertama kali kita rasakan ( based on experience)  tapi kalau kita memakai kacamata “ kita tidak sendirian dalam hal merasakan luka ini atau permasalahan ini ” terkadang dengan pola pikir yang seperti itu berhasil mendatangkan kelegaan sendiri sebelum kita benar-benar di dalam arus permasa...